Prohaba.co
Demo di Simpang Lonsum, Tiga Mahasiswa Terbakar
Minggu, 7 Juni 2015 15:11 WIB
MEDAN - Tiga mahasiswa menderita luka bakar setelah terlibat kericuhan saat berunjuk rasa di Jalan Balaikota, Medan Barat, Sabtu (6/6). Aksi ini sendiri mereka lakukan sebagai protes terhadap polisi yang bertindak refresif kepada mahasiswa di Jakarta, 1 Juni lalu.

Luka paling parah dialami M Riswan Aswadi (26) karena api sempat membesar di kakinya. Pemuda ini pun sempat histeris karena si jago merah sulit dipadamkan akibat adanya cairan bahan bakar yang tumpah di kakinya.

Dua korban lainnya, Aulia Asmul Fauzi (21) dan Sapta (18) menderita luka di wajah dan kaki. Namun kondisi keduanya terbilang tidak parah, karena hanya terkena jilatan api. Seluruh korban kemudian dievakuasi teman-temannya ke RSU Pirngadi, Medan menggunakan becak bermotor.

Kericuhan ini diawali unjuk rasa puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Medan. Mereka memilih persimpangan London Sumatera (Lonsum), Jalan Balaikota, Medan sebagai titik orasi. Kawasan yang berada persis di samping Lapangan Merdeka ini merupakan jalur strategis karena menghubungkan ke pusat pemerintahan dan bisnis Kota Medan.

Atas dasar itulah kemudian polisi menghalangi niat mahasiswa membakar ban bekas di tengah badan jalan. Aksi saling tarik menarik sempat terjadi antara polisi dengan mahasiswa yang memegang botol berisi bahan bakar dan ban bekas. Cairan bahan bakar yang tumpah ke tubuh korban langsung tersambar api hingga membuat korban histeris.

Insiden ini membuat situasi semakin panas. Mahasiswa nyaris memukuli seorang polisi yang dituding menyalakan api. “Kami mendesak polisi minta maaf sekaligus mengusut pelaku penembakan di Jakarta. Negara hukum harus bisa menyelesaikan masalah dengan hukum yang benar,” teriak orator.

Dalam orasi sebelumnya mahasiswa mengecam sikap refresif polisi ketika terjadi aksi tarik mandat (ATM) pemerintahan Jokowi - JK di depan Istana Negara, Senin (1/6) lalu. Saat itu polisi menyerang mahasiswa hingga menyebabkan seorang kader IMM tertembak di perut. (mad)

Editor : bakri