Prohaba.co
Oknum PNS Otaki Pencurian Spion
Minggu, 22 Maret 2015 14:55 WIB
MEDAN - Tiga pencuri kaca spion mobil diringkus usai menjalankan aksinya di Perumahan Cemara Asri, Jalan Cemara, Percut Seituan, Deliserdang, Kamis (19/3) malam, lalu. Belakangan terungkap salah satu pelaku merupakan oknum PNS Pemprov Sumut yang sekaligus otak kejahatan ini.

Pencurian yang dilakukan Syah Rozi (31) warga Jalan Sei Agul, Medan Barat, serta Abdul Rosyid (25) dan Ade Maulana (25) asal Jalan Sei Deli, Medan Barat tergolong cukup terencana. Mereka sengaja menyewa mobil sebagai kendaraan operasional untuk mengintai target kejahatannya.

Pada malam itu, kawanan yang mengaku sudah tiga kali menyikat kaca spion mobil ini memfokuskan aksinya di dalam Perumahan Cemara Asri. Di komplek elit itu, mereka sempat berkeliling sebelum akhirnya menetapkan targetnya terhadap sedan Mercedes Benz yang terparkir di depan sebuah rumah di Jalan Belibis.

Aksi ini awalnya berlangsung ‘sukses’. Namun ketika hendak kabur, mereka dicurigai satpam yang kemudian mengejar dengan sepeda motor. Proses pengejaran ini terbilang memakan waktu, apalagi mereka sempat menghilang karena masuk jalan tol. “Kami terhenti di pintu tol, karena kereta (sepmor) gak bisa masuk. Tapi kami langsung lapor petugas tol dan polisi,” kata Syafri, salah satu satpam yang terlibat pengejaran.

Koordinasi ini akhirnya membuahkan hasil, dan ketiga pelaku sempat diboyong ke pos satpam komplek. Di situ ketiganya dipukuli penghuni komplek hingga babak belur. Bahkan Ade Maulana dan Abdul Rasyid terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena luka parah.

Kapolsek Percut Seituan Kompol Ronald Sipayung mengatakan Syah Rozi dalam penyidikan mengaku PNS di Pemprov Sumut. Secara gamblang ia juga mengaku alumni IPDN, dan telah mencuri kaca spion tiga kali.

“Motif ekonomi. Dia bilang gajinya kurang untuk kebutuhan keluarga,” kata Ronald, Sabtu (21/3).

Namun polisi masih mendalami motif lainnya, karena dalam keterangan kepada sebuah media massa, Rozi mengatakan akan menjual spion itu Rp 1 juta. Uang itu rencananya dibelikan sabu-sabu.

Dalam kasus ini mobil Toyota Innova BK 1817 KM yang disewa pelaku dari sebuah tempat penyewaan kendaraan disita sebagai barang bukti. Kondisi mobil ini sendiri memprihatinkan akibat dirusak massa.(mad)


Editor : bakri