Prohaba.co
Warga Alue Lhok Tewas Disambar Petir
Jumat, 13 Maret 2015 15:43 WIB
* Satu Korban Selamat

MEULABOH - Mustafa (30), warga Gampong Alue Lhok, Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (10/3) malam sekitar pukul 19.00 WIB, dilaporkan tewas sejenak disambar petir. Korban diterjang petir saat sedang bekerja membuat talud sungai di kawasan Gampong Teumiket Ranom, Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat.

Sementara itu, Andis, rekan korban yang sama-sama bekerja, luput dari maut dan hanya mengalami gangguan pendengaran saja. Keduanya terus bekerja ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Informasi yang berhasil dikumpulkan Prohaba hingga Rabu (11/3) kemarin, saat hujan turun Mustafa bersama temannya Andis terus bekerja membuat bangunan talud di kawasan Gampong Teumiket Ranom, Kecamatan Woiyla Timur.

Tiba tiba terdengar gelegar suara petir, dan Mustafa terjengkang tak sadarkan diri. Sementara rekannya Andis yang berada tak jauh dari korban tidak terkena sambaran.

Melihat korban yang sudah tak sadarkan diri dan dalam kondisi kritis, Mustafa segera dilarikan ke Puskesmas Meutulang, Kecamatan Panton Reue, dengan harapan mendapatkan penanganan medis. Namun takdir berkata lain, Mustafa justru meninggal dunia akibat luka serius yang dialami sehingga langsung dibawa pulang ke rumahnya di kawasan Gampong Alue Lhok, Kecamatan Bubon.

Kabid Sosial pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Barat, Drs John Aswir yang dikonfirmasi, Rabu siang kemarin membenarkan, seorang pekerja di kawasan Gampong Teumiket Ranom, Kecamatan Woyla Timur meninggal dunia akibat disambar petir. “Jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan,” katanya.

Dikatakan, almarhum Mustafa meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, pihaknya juga sudah menyalurkan bantuan masa panik kepada keluarga korban dan berharap tabah dengan musibah yang dialami, katanya. 

 Petir sambar tower
Hujan deras disertai petir, Selasa (10/3) sore melanda wilayah Nagan Raya dan sekitarnya juga menyebabkan tower milik sebuah operator jaringan komunikasi di Desa Keude Linteng, Kecamatan Seunagan Timur disambar. Selain fasilitas tower yang hangus disambar petir, alat elektronik milik warga di empat rumah tersebut di sekitar tower tersebut juga ikut rusak.

Anggota DPRK Nagan Raya, Adi Safriadi, kemarin, mengatakan, perbaikan tower sudah dilakukan. Tapi warga di sekitar tower masih resah terhadap petir susulan apalagi alat elektronik milik masyarakat ikut hangus seperti AC dan bola lampu. Warga sekitar tower berharap ada sebuah langkah dilakukan pemerintah dan pihak pemilik tower agar terhindari dari sambaran petir.(edi/riz)


Editor : bakri