Prohaba.co
Penebas Zulhakim Jadi Tersangka
Minggu, 15 Februari 2015 16:05 WIB
MEULABOH – Polres Aceh Barat, telah menetapkan Teuku Murliadi (37) warga Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan berat berupa menebas dengan pedang rekannya yang juga berprofesi sopir truk batu bara, Zulhakim (45), Jumat (13/2). Korban dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis dengan leher berlumuran darah.

Zulhakim, warga Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, hingga Sabtu (14/2) masih dirawat di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, karena luka serius. Korban harus dioperasi pascakejadian, Jumat (13/2) sore tersebut.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Faisal Rivai melalui Kasat Reskrim, AKP Haris Kurniawan didampingi Kanit Resmob, Bripka Yudha kepada Prohaba, Sabtu kemarin mengatakan, tersangka Murliadi kini sudah ditahan di sel Mapolres Aceh Barat guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Tersangka kasus ini tunggal dan pelaku sudah ditahan. Kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” katanya.

Sementara itu, korban Zulhakim hingga Sabtu masih dirawat di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh. Korban mendapat puluhan jahitan dalam sebuah operasi di rumah sakit tersebut karena mengalami luka serius pada bagian bahu dan punggung, setelah sebilah pedang menebasnya saat cekcok di Pelabuhan Jetty Meulaboh dengan T Murliadi. Cekcok itu menyangkut antrean bongkar batu bara PLTU Nagan Raya dari tongkang ke truk.  

Kadis Perhubungan dan Telekomunikasi Aceh Barat, T Syahluna Polem, Sabtu kemarin kembali mengingatkan agar kasus pembacokan itu tidak lagi terulang. Apalagi hanya karena berebut antrean ketika bongkar batu bara dari tongkang ke truk. “Kasus seperti ini jangan terulang, antrean mobil sesuai telah ditentukan,” katanya.

Seperti diberitakan Prohaba, kemarin, Zulhakim (45), warga Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Jumat (13/2) sekitar pukul 16.30 WIB, terpaksa dilarikan ke IGD RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat. Pria tersebut kritis ditebas dengan pedang, sejenak korban yang sopir truk batu bara itu terlibat cekcok dengan Teuku Murliadi (37), warga Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan yang juga berprofesi sopir truk batu bara. Belum diketahui persis siapa memulai, keduanya terlibat cekcok di lokasi pelabuhan yang menurut keterangan mereka ribut soal antrean pengisian batu bara dari tongkang guna dibawa ke PLTU.(riz)


Editor : bakri