Prohaba.co
Dukung Terdakwa, Warga Pisang Bucue Geruduk PN
Selasa, 10 Februari 2015 16:53 WIB
idang-pengrusakan-rumah-y.jpg
Massa dari Gampong Pisang Bucue, Kecamatan Sakti, Pidie, Senin (9/2) mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Sigli menghadiri sidang pengrusakan rumah yang dituduh warga sebagai dukun santet yang digelar di pengadilan tersebut kemarin. PROHABA/M NAZAR

* Kasus Dukun Santet

SIGLI - Massa dari Gampong Pisang Bucue, Kecamatan Sakti, Pidie, Senin (9/2), menggeruduk Pengadilan Negeri (PN) Sigli. Mereka memberikan dukungan moral atas tiga warganya yang menjadi terdakwa dalam kasus perusakan rumah Idris Musa (65) yang dituduh warga sebagai dukun santet.

Ketiga terdakwa itu adalah Jarimin, Said Ismail dan Jafaruddin yang tercatat sebagai warga Gampong Pisang Bucue. Kasus itu memasuki sidang perdana, kemarin, dengan agenda membacakan dakwaan kepada ketiganya oleh jaksa penuntut umum (JPU) Usman Affan SH.

Pantaun Prohaba, kemarin, massa yang jumlah ratusan orang itu datang ke PN Sigli menggunakan 15 unit mobil pikup. Massa terdiri dari laki-laki, perempuan dan anak-anak, langsung masuk ke perkarangan pengadilan saat sampai di PN tersebut. Saat itu aparat keamanan belum tiba di pengadilan itu. Massa mengusung karton bertahan di depan pintu PN Sigli. Petugas pengadilan berusaha melunakkan massa, agar tidak melakukan tindakan anarkis.

Beberapa menit kemudian datang polisi berpakaian dinas dan preman, guna memberikan pengamanan pada proses sidang tersebut yang dipimpin Kapolsek Kota Sigli, AKP Aiyub dan Kapolsek Pidie, Ipda Khairil. Setelah adanya kesepakatan polisi dengan Majelis Hakim PN Sigli, akhirnya warga yang didominasi kaum ibu diperbolehkan masuk ke ruang sidang. 

Persidangan dipimpin M Yusuf SH MH sebagai hakim ketua, didampingi M Kasem SH dan Anisa Sitawati SH masing-masing hakim anggota. Sementara tiga terdakwa didampingi pengacara Wiwin Ibnu Hajar. 

Keuchik Gampong Pisang Bucue, Kecamatan Sakti, Ridwan Latif, Senin (9/2) mengatakan, warganya datang ke PN Sigli untuk memperjelas bahwa yang merusak rumah Idris Musa yang dituduh sebagai dukun santet dilakukan massa, bukan dilakukan tiga warganya bernama Jarimin, Said Ismail dan Jafaruddin. “Jangan dilibatkan tiga orang saja karena yang melakukan massa,” kata Ridwan.

Sementara Mardiana (30) anak kandung Idris Musa, kepada wartawan, Senin (9/2) mengatakan, ayahnya dituduh warga sebagai dukun santet di gampongnya, menyusul adanya warga yang sakit. Eksesnya rumah bapaknya menjadi sasaran pengrusakan.

Sementara materi sidang, kemarin, adalah pembacaan dakwaan oleh JPU yang berlangsung aman. Majelis Hakim menutup sidang usai membacakan surat dakwaan dan akan dilanjutkan, Senin (16/2), dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.(naz)


Editor : bakri