Prohaba.co
Batal Terbang, Penumpang AirAsia dan Citilink Terlantar di KNIA
Rabu, 7 Januari 2015 16:05 WIB
MEDAN - Dua pesawat komersil milik AirAsia dan Citilink batal beroperasi dari Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) dengan alasan berbeda, Selasa (6/1). Insiden ini menyebabkan ratusan penumpang terlantar dan sempat diwarnai keributan.

Ratusan calon penumpang AirAsia tujuan Palembang dan Citilink tujuan Jakarta sempat memenuhi ruang counter tiket KNIA. Para penumpang Citilink bahkan sudah menginap di ruangan itu sejak Senin (5/1) malam, karena sesuai jadwal mereka akan diterbangkan langsung ke Jakarta pada malam itu.

Namun karena faktor teknis, penerbangan itu dibatalkan dan dijanjikan akan diterbangkan pada Selasa (6/1) pagi. Tapi janji tersebut meleset, sehingga para penumpang sempat terlibat keributan dengan pihak maskapai. 

“Inti keributan itu karena tidak ada dana kompensasi atas keterlambatan. Penumpang mengamuk. Selanjutnya dijanjikan akan dibayarkan di Jakarta,” ujar seorang pejabat di KNIA yang meminta identitasnya dirahasiakan. 

Kericuhan pada Selasa (6/1) pagi juga mewarnai rencana penerbangan AirAsia ke Palembang. Sebanyak 170 orang penumpang langsung marah ketika diinformasikan penerbangan mereka dibatalkan karena rute penerbangan itu belum mendapat izin. Pihak maskapai berdalih informasi pembatalan itu sudah disampaikan melalui surat elektronik dua hari sebelum keberangkatan. Namun hal itu dibantah penumpang. 

“Tidak ada email atau SMS dari mereka. Kami tahunya batal setelah berada di bandara,” kata seorang penumpang, H Sirait. 

Perselisihan ini akhirnya bisa diselesaikan setelah otoritas bandara turun tangan. Para penumpang Citilink diberangkatkan melalui penerbangan lain melalui rute Medan - Batam - Jakarta pada pukul 08.40 WIB. Sementara penumpang AirAsia diberangkatkan siang harinya. 

“Sekarang permasalahannya sudah clear. Disepakati bagi penumpang yang batal diberangkatkan akan dikembalikan uang tiketnya,” ujar pejabat tersebut. 

Terpisah, Airport Duty Manager KNIA, Mardiono mengatakan kasus yang dialami dua pesawat itu cukup serius. Dalam waktu dekat kedua pimpinan maskapai itu akan dipanggil untuk diminitai keterangannya oleh otoritas bandara. “Dalam waktu dekat dilakukan pertemuan tertutup dengan maskapai itu. Biar ada kebijakan untuk menghindari kejadian serupa terulang,” kata Mardiono. (mad)

Editor : bakri