Prohaba.co
Anggota Satpol PP Hajar Kasi
Rabu, 17 Desember 2014 16:24 WIB
* Tak Terima Kios Temannya Dibongkar

SIGLI-  Ternyata kebijakan atasan tak selalu disukai oleh bawahan.  Buktinya, anggota Satpol-PP dan WH Pidie bernama Juharsyah (35) memukul Kasi Penertiban Satpol-PP dan WH Pidie, Zainuddin (45), saat penertiban pedagang kaki lima (K5) di pusat pasar perbelanjaan Beureunuen, Senin ( 15/12),  sekitar pukul 15.30 WIB. Disebut-sebut, pemukulan  bosnya itu lantaran tak puas dengan  penertiban yang sedang dilakukan.

Pukulan tinju Juharsyah menyebabkan pelipis mata sebelah kanan Zainuddin berdarah. Aksi tersebut langsung direspons anggota Satpol-PP lainnya dengan meleraikan insiden tersebut. Kejadian tersebut sempat disaksikan masyarakat dan pengguna jalan. Sebab, lokasi insiden terjadi   di pinggir jalan nasional. 

Kapolres Pidie, AKBP Sunarya SIK, melalui Kapolsek Mutiara Timur, Iptu Agus Apriadi, kepada Prohaba, Selasa (16/12) mengatakan,  kejadian tersebut berawal saat penertiban pedagang kaki lima (K5) di pusat pasar Beureunuen. Penertiban tersebut melibatkan Muspika Mutiara Timur, Satpol-PP dan WH Pidie, LLAJR dan POM yang dimulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB. 

Namun,  pada pukul 15.30 WIB terjadi insiden kecil, yakni  keributan antara anggota Satpol-PP Juharsyah  dengan Kasi Penertiban Satpol-PP dan WH Pidie, Zainuddin. Insiden  tersebut terjadi saat Juharsyah datang ke lokasi pembongkaran kedai kue. Disebut-sebut, dia  tidak menerima kedai kue temannya dibongkar, sehingga terjadi perang mulut  dengan Zainuddin dan berakhir dengan pukulan tinju. 

Kata Kapolsek Agus, Juharsyah yang tidak puas beberapa saat memanggil kembali Zainuddin ke  salah satu warung kopi dekat lokasi pembongkaran K5. Saat itu terjadilah pemukulan sehingga pelipis sebelah kanan Zainuddin berdarah. “Saat ini Juharsyah telah kami amankan di Mapolsek Mutiara Timur,” kata  Agus. 

Kasatpol-PP dan WH Pidie, Sabaruddin SH, kepada Prohaba, kemarin, mengatakan, masalah tersebut akan diselesaikan secara kekeluargaan, lantaran keduanya berstatus PNS. Kejadian tersebut terjadi karena miskomunikasi. “Saya sangat kecewa dengan kejadian tersebut. Padahal saya tiap hari membimbing anggota Satpol-PP dan WH tidak ribut-ribut saat melakukan aktivitas penertiban,” kata mantan Sekwan Pidie itu. Hingga berita ini diturunkan, Prohaba belum berhasil mengonfirmasikan kejadian ini pada Juharsyah. (naz)


Editor : bakri