Prohaba.co
Mengamuk, Oknum Polisi Tikam Tiga Kerabat
Senin, 3 November 2014 17:20 WIB

Laporan Rahmad Wiguna | Sumatera Utara

PROHABA.CO,MEDAN - Seorang anggota polisi mengamuk hingga menyebabkan tiga orang terluka, Minggu (2/11) malam. Proses penangkapan pelaku yang melibatkan puluhan polisi bersenjata api sempat memunculkan beragam isu miring.

Amukan Aiptu MD itu terjadi di sebuah rumah yang berada di perumahan TNI AD, Asrama Widuri, Jalan Simpang Mariendal, Medan Amplas. Warga mengatakan dalam beberapa minggu ini keluarga penghuni rumah itu kerap melakukan pertemuan membahas harta warisan. 

"Itu rumah orang tua mereka. Orang tua mereka sudah meninggal, jadi ada semacam membahas harta warisan," ujar seorang tetangga yang meminta identitasnya dirahasiakan. 

Dalam pertemuan lanjutan Minggu (2/11) malam, suasana semakin memanas. Diduga tidak menemukan kata sepakat, Aiptu MD langsung mengamuk dan menyerang beberapa kerabatnya. 

Berdasarkan data di rumah sakit, setidaknya tiga orang mengalami luka tusukan, masing-masing Rahmani kena tusuk di lengan kiri, Hermansyah terkena dua tikaman di perut dan Syarifuddin terluka dua tusukan di punggung. Seluruh korban saat ini masih dirawat di RS Adam Malik, Medan. 

Polisi yang mendapat laporan itu langsung mengerahkan personelnya dari Polsek Patumbak dan Brimob Polda Sumut. Kedatangan aparat kepolisian bersenjata dalam jumlah banyak ke komplek militer ini belakangan memunculkan isu lain. Beruntung petugas dengan cepat berhasil mengamankan Aiptu MD, sehingga isu bentrokan antar-aparat langsung redam dengan sendirinya. 

Kapolsek Patumbak Kompol Andiko Wicaksono menjelaskan pengerahan personel dalam jumlah besar itu untuk mengantisipasi terjadinya keributan yang lebih besar. Beredar kabar, salah satu korban merupakan anak anggota TNI. 
"Pelaku sudah kita amankan. Malam itu juga korban kita evakuasi ke rumah sakit," kata Andiko. 

Disinggung mengenai motif, Andiko belum bisa menjelaskannya. Ia mengaku masih menunggu laporan penyidik yang sampai saat ini masih memeriksa pelaku. (mad)


Editor : ariframdan