Prohaba.co
Tim Satpol PP Diamuk Sapi dan Dicoh Geumoto
Jumat, 5 September 2014 12:33 WIB
* Saat Tertibkan Ternak

SABANG - Operasi penertiban hewan ternak di seputaran Kota Sabang, Rabu (3/9) sore, berlangsung dramatis dan hiruk pikuk. Belasan petugas Satpol PP yang juga dibackup oleh personil TNI/Polri, lari kucar kacir saat melakukan penertiban di salah satu lokasi. Pasalnya, lembu yang mereka tertibkan malah memburu petugas. Lebih sial lagi, gerakan lembu yang serabutan membuat tawon tanah (geumoto tanoh) terusik dan balik ikut mengejar petugas.

Kondisi yang di luar skenario itu sempat menjadi tontonan warga, yang seakan tiba tiba mendapatkan hiburan gratis. Belakangan terungkap, Kasie Trantib yang memimpin razia penertiban hewan ternak itu mengaku sempat ketiban sengatan tawon.

Peristiwa ini menjadi tontonan gratis masyarakat sekitar yang saat itu berdatangan ke lokasi, untuk mencari tahu ternak siapa saja yang telah  tertangkap dalam razia penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP yang bekerjasama dengan TNI dan Polri tersebut.

Kasie Trantib Satpol PP Taufiq, di sela-sela penertiban ternak itu mengatakan, razia penertiban ternak hewan dengan melibatkan sejumlah personil TNI dan Polri dilakukan di jalan-jalan raya. Yakni lintasan jalan raya Gampong Kota Atas-Ie Meulee dan dilanjutkan di jalan raya Cot Ba’u-Balohan.

Dalam razia yang dilakukan secara dadakan ini berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB itu, petugas berhasil menangkap sebanyak 3 ekor sapi, 7 ekor domba dan 3 ekor ternak kambing.

Hewan ternak yang tertangkap itu, kini sudah dikarantina di Lhok Batee, Gampong Cot Abeuk. Kepada warga yang merasa kehilangan ternak diminta untuk mengambil ternaknya dengan syarat yang telah ditentukan, yaitu memperlihatkan surat keterangan dari keuchik dan uang denda sesuai dengan Qanun Nomor 8 Tahun 2011, yakni ternak sapi sebesar Rp 300 ribu/ekor, dan ternak kambing dan domba sebesar Rp 100 ribu/ekor

Jika pemiliknya tidak segera mengambil ternaknya, maka akan dikenakan biaya pemeliharaan perhari sebesar Rp 50 ribu/hari untuk ternak sapi dan Rp 25 ribu untuk ternak domba dan kambing.

Dikatakan, masih banyaknya hewan ternak yang berkeliaran di jalan raya itu disebabkan karena kesadaran masyarakat masih kurang. Mereka hanya mengandangkan ternaknya ketika mengetahui digelarnya razia. “Razia ini sengaja dilakukan secara dadakan. Ini dilakukan untuk menghindari agar tidak diketahui oleh masyarakat. Sebab sejumlah personil Satpol PP juga memiliki hewan ternak,” ujarnya seraya mengakui sangat kewalahan melakukan penertiban ternak berkeliaran karena peralatan seadanya.(az)


Editor : bakri