Prohaba.co
Bayi di Ayunan Diterbangkan Puting Beliung
Minggu, 13 Juli 2014 13:05 WIB
Atap-rumah-Bukhari-30-diterba.jpg
Atap rumah Bukhari (30) diterbangkan angin kencang di Kampung Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah sejauh sepuluh meter, Sabtu (12/7). PROHABA/GUNAWAN

* Atap dan Kuda-kuda Hancur 

TAKENGON - Allah Maha Penyayang. Bayi perempuan mungil berumur 2 tahun diterbangkan angin puting beliung bersama kuda-kuda dan atap bangunan rumah hingga belasan meter ke udara serta tercampak 10 meter dari bangunan bangunan rumah, belakangan didapati sehat sehat saja.

Rumah yang diporakporandakan angin putin beliung itu adalah milik Bukhari (30) di Dusun Satu, Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Insiden puting beliung terjadi, Sabtu (12/7) sekira pukul 12.00 WIB. Pusaran angin yang kuat membuat atap bangunan dan kuda kuda atau kasaunya copot dari bangunan induk.

Reje (keuchik) Karang Ampar, Saleh Kadri menuturkan, puting beliung terjadi secara mendadak dan singkat, pada siang hari di kawasan pelosok yg berjarak sekira 45 kilometer dari pusat Kota Takengon itu.

Sebelumnya memang di desa ini beberapa hari terakhir angin cukup kencang. Namun kali ini angin berputar menghantam atap rumah milik Bukhari yang saat itu sedang tak berada di rumah.

Saat kejadian, hanya adiknya Asni (24) bersama Fitri (2) anak dari Asni di dalam rumah. Rumah Bukhari yang berukuran 6x7 merupakan rumah beton yang belum rampung. Saat gempa 2 Juli 2013, rumah ini tergolong ke dalam kategori rusak sedang karena pengikat atap rangka baja renggang. Kondisi ini diduga menyebabkan kondisi atap dalam keadaan labil. Sehingga sebelum rumah ini direhab, puting beliung membawa seluruh atap beserta kasau rumah itu dengan mudah. “Saat kejadian berlangsung, tak banyak yang tau dan menyaksikan apalagi peristiwa berlangsung cepat. Saya juga sedang berada di desa lain saat kejadian. Saat ada laporan baru saya ke lokasi dan menyaksikan atap rumah warga saya sudah dihempas angin,” kata Saleh Kadri.

Saat angin menerbangkan atap rumah milik Bukhari, Asni menemani anaknya Fitir (2) yang tertidur dalam ayunan, yang digantung di kuda kuda atap atau kasau rumah.

Saat angin muncul dan memblender atap hingga copot, ayunan yang berisi Fitri itu juga ikut terbang sejauh sepuluh meter. Asni yang saat kejadian sempat histeris dan ketakutan hanya bisa pasrah melihat anaknya terbawa bersama atap rumah.

Setelah melihat atap jatuh tak jauh dari rumah itu, barulah ia mengejar dan mendekati lokasi jatuhnya atap untuk memastikan keadaan buah hatinya. Namun ia sangat terharu karena mendapati anaknya selamat dan tak terluka walau dalam keadaan menangis.

Peristiwa selamatnya bayi ini menjadi bahan perbincangan warga di sana. Usai kejadian, puluhan warga berduyun-duyun mendatangi rumah Bukhari.

Menurut Reje Saleh Kadri, pihaknya sudah melaporkan peristiwa bencana alam ini kepada Muspika agar ditangani. Untuk tahap awal pihaknya sudah memberi bantuan masa panik kepada keluarga Bukhari. “Untuk penanganan berikutnya, kita akan membuat berita acara kepada pihak berwenang di tingkat kabupaten,” sebut Reje Saleh Kadri.(gun)


Editor : bakri