Prohaba.co
Polisi Babak Belur Dikeroyok, Warga Minta Bebas
Jumat, 27 Juni 2014 12:28 WIB
Puluhan-Warga-Titi-Pasir-Kecamata.jpg
Puluhan Warga Titi Pasir, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara, mendatangi Polres Agara di Kutacane, meminta pembebasan kerabat mereka dari sel Polisi, Kamis (26/6). PROHABA/ASNAWI

* Kapolres: Kita Tetap Proses Hukum

KUTACANE - Puluhan orang yang mengaku warga Desa Titi Pasir, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara, mendatangi Mapolres Agara di Kutacane, Kecamatan Babussalam, Kamis (26/6). Pendemo itu meminta pihak kepolisian membebaskan keluarga mereka yang ditahan, terkait pengeroyokan hingga babak belur terhadap seorang anggota polisi.

Belakangan terungkap jika anggota polisi dimaksud justru ingin menyelesaikan sengketa antarwarga, namun nahas diteriaki maling lalu dipukuli ramai ramai hingga babak belur.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Trisno Riyanto didampingi Kasat Reskrim, AKP Benito Harleandra, secara terpisah kemarin menegaskan, kasus itu tetap diproses secara hukum. Dengan kata lain, para tersangka akan terus ditahan untuk proses penyidikan perkara, hingga kasus ini menggelinding ke meja hijau. 

Kedatangan rombongan arga dari Titi Pasir itu disambut Kasat Reskrim, AKP Benito Harleandra dan personil lainnya.

Dewi dan Rasinah, warga Titi Pasir yang ikut dalam aksi itu, Kamis (26/6) mengaku jika penahanan kerabatnya itu gara gara mengeroyok polisi di desanya. Keduanya juga mengaku jika sang polisi sempat mengatakan dirinya seorang polisi, namun tetap dikepruk ramai ramai oleh warga.

Pendemo mengakui jika kasus pengeroyokan itu bermuasal dari dakwa dakwi soal penggadaian laptop. Belakangan insiden itu berujung dengan pemukulan terhadap polisi, dengan diteriaki ebagai maling. Walhasil sang polisi mengalami nasib malang ketika dikeroyok warga.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Trisno Riyanto didampingi Kasat Reskrim, AKP Benito Harleandra, mengatakan, kedatangan warga itu adalah untuk meminta agar para tersangka pengeroyok yang ditahan di Mapolres dibebaskan. “Kita telah menahan 12 orang sebagai tersangka karena telah mengeroyok anggota polisi HI hingga babak belur dan kini korban telah dirawat di rumahnya,” tutur Kapolres.

Menurut Kapolres, kronologisnya, pada saat itu warga meminta kepada HI untuk membantunya menyelesaikan permasalahan penggadaian laptop miliknya. Namun, belakangan sang polisi malah diteriaki maling dan warga mengeroyoknya hingga babak belur. “Kasus kejadianya itu, sudah berlangsung selama dua pekan, namun, baru kali ini mereka datang. Dan, kalau memang mereka mau berdamai antara korban dengan para tersangka secara kekeluargaan tidak masalah. Tetapi proses hukum tetap kita jalankan. Dan, anggota polisi itu dipukul bukan dalam keadaan menjalankan tugasnya, tetapi hanya membantu warga untuk menyelesaikan persoalan dimaksud. “Tidak bisa kita bebaskan tersangka, dan siapa yang bersalah tetap diproses,” tandas AKBP Trisno Riyanto.(as) 

Editor : bakri