Prohaba.co
Sekeluarga Terusir Harap Bisa Kembali ke Desa
Rabu, 28 Mei 2014 13:24 WIB
BIREUEN – Satu keluarga bersama anak perempuan penduduk Tanjong Paya, Kecamatan Peusangan, Bireuen, berharap bisa kembali ke desa sebagaimana sebelumnya. Sejak empat bulan lalu, sekeluarga ini mengaku diusir dari desanya karena dugaan dukun santet.

“Kami berharap perangkat desa, masyarakat, maupun pihak lain, menerima kami kembali ke desa peninggalan orang tua kami,” pinta Saudah (40), yang mendampingi suaminya, Yasman (45), kepada Prohaba, kemarin.

Sejak diusir pada 21  Januari 2014 hingga kemarin, keluarga itu menetap di salah satu rumah keluarga dekat di Lhokseumawe. Mereka tak ada tempat lain untuk tinggal.

Kata Saudah, dia sudah lama menetap di desa itu. Bahkan, setelah menikah dengan Yasman yang merupakan warga Meulaboh, mereka masih menetap di Tanjong Paya. Hingga akhirnya terjadilah kesalahpahaman antara warga dengan Yasman, yang berimbas Saudah berserta kelaurga harus keluar dari tanah kelahirannya.

Saudah mengatakan, pengusiran terjadi lantaran warga mengira Yasman menjalankan praktik dukun santet. Dia menceritakan, tuduhan itu terlontar saat prosesi penguburan ibu Saudah yang meninggal dunia, empat bulan lalu.

Kala itu, imum gampong mengambil sugo (alat memantikan mayat) untuk ditanam. Namun, Yasman meminta kembali sugo dimaksud. Bahkan, dia mencaki-maki imum gampong sebagai pencuri sugo.

Ucapan Yasman kala itu dinilai menyakitkan perangkat desa. Warga menilai, kesalahan tersebut tak bisa ditolerir. Karena itu, warga mengusir mereka dari kampung halamannya.

Usai itu, masalah tersebut dibahas di tingkat desa. Kemudian, Saudah bersama suaminya sempat diamankan ke Mapolsek Peusangan, untuk menghindari amukan warga setempat. Bahkan, tempat usahanya menjual buah-buahan di kawasan tersebut dirusak warga saat ia kembali sebentar ke rumahnya.

Pascakasus itu menggelinding, camat sudah melimpahkan perkara pengusiran ke Bupati Bireuen. Namun, hingga kemarin, belum ada tindak lanjut mengenai nasib mereka. “Kami sangat berharap bisa kembali ke desa kami,” ujarnya.

Keuchik Tanjong Paya, Baharni, mengatakan perangkat desa bersama unsur Muspika sudah beberapa kali bermusyawarah. Namun, belum ada kesepakatan dari warga akan menerima Saudah dan Yasman di desanya.

Menurut Baharni, ucapan pasangan itu terhadap imum gampong dan lainnya tidak pantas. Pernyataan Yasman telah membuat masyarakat marah dan menduga Yasman menjalani praktik dukun santet.

Kata Baharni, perangkat desa bersama warga sudah beberapa kali beritikat baik menyelesaikan masalah tersebut di meunasah. Sementara pihak Yasman dan Saudah tidak sedikitpun merasa bersalah atau meminta maaf atas beberapa ucapan yang menyakitkan perangkat desa maupun warga.

“Saat penyelesaian masalah tersebut, bukan permintaan maaf yang terdengar dari mereka, malah muncul kata-kata yang menyulutkan emosi warga,” kata Baharni.

Keuchik pun tidak bisa memastikan kemungkinan keluarga Saudah bisa diterima kembali ke desa itu. “Karena masyarakat masih menolak kehadiran keluarga itu kembali ke desa,” pungkas Baharni.(yus)

Editor : bakri