Prohaba.co
Tak Ada Toilet di Pesawat, Pria Ini Pipis di Tas
Jumat, 23 Mei 2014 10:01 WIB
OTTAWA - Sebuah insiden unik terjadi pada penerbangan yang dioperasikan EVAS Air Charter Express dengan rute Deer Lake menuju Wabush, Kanada, akhir bulan lalu.

Pesawat yang dioperasikan untuk Air Canada Express, jenis Beechcraft 1900 berkapasitas 19 orang, dirancang untuk penerbangan jarak pendek dan tak memiliki toilet di dalamnya.

Ternyata, tak adanya toilet ini memicu kejadian di angkasa, seperti diceritakan Karen Jane, salah seorang penumpang penerbangan itu, kepada CBS News.

Karen Janes, yang terbang bersama dua anaknya, mengatakan bahwa para penumpang sudah diperingatkan saat di bandara bahwa pesawat yang akan mereka gunakan dalam penerbangan selama tiga jam itu tidak memiliki toilet.

Oleh karena itu, para penumpang disarankan untuk melakukan kebutuhan hajatnya di bandara sebelum perjalanan dilakukan. Baru 10 menit pesawat itu mengudara, Karen mengatakan bahwa seorang pria yang duduk di belakangnya menepuk bahunya dan bertanya soal toilet di pesawat itu.

Dengan sopan, Jane menjelaskan bahwa pesawat itu tak menyediakan toilet. Namun, apa yang terjadi selanjutnya sungguh tak diduga perempuan itu. “Pria itu kemudian meminta saya menggeser putra saya, lalu dia menggeser sedikit tubuhnya, dan buang air kecil ke dalam sebuah tas,” kata Karen.

Pria itu, lanjut Karen, buang air kecil sebanyak dua kali, yang tentu saja mengejutkan para penumpang lainnya. “Saya merasa tak nyaman dan jijik. Sebab, pria ini buang air kecil di belakang saya dan anak saya yang berusia enam tahun,” ujar Karen.

Karen melanjutkan, dia tak marah kepada pria itu karena dia menduga pria tersebut mungkin memiliki masalah kesehatan sehingga tak bisa menahan terlalu lama untuk buang air kecil. Karen justru mengeluhkan maskapai karena menggunakan pesawat yang tak memiliki toilet di dalamnya.

Juru bicara EVAS Air Charter, Florence White, mengatakan, masalah teknis membuat perusahaannya harus menggunakan pesawat cadangan yang tak memiliki toilet.

Sementara itu, juru bicara Air Canada, Isabelle Arthur, mengatakan bahwa peristiwa itu sangat tak diduga, dan manajemen maskapai akan segera meminta maaf kepada Karen Janes dan para penumpang lainnya. “Belum, pokoknya saya jawab belum. Tidak menutupi memang, belum ada yang diberitakan saja,” tepisnya lagi.(kompas.com)

Editor : bakri