Prohaba.co
Polisi Ringkus Pencabul Tiga Bocah
Sabtu, 10 Mei 2014 11:11 WIB

* Saluran Urin Dimasukkan Paku

BANDA ACEH - Personel Polresta Banda Aceh, meringkus NP (28) warga salah satu desa di Kecamatan Kutabaro, Aceh Besar, Selasa (6/5) siang. Pria yang telah memiliki anak dan istri itu dilaporkan mencabuli tiga orang bocah laki-laki dan perempuan dalam dua bulan terakhir, Maret dan April 2014.

Entah apa maksud pria bejat NP, pada saluran kencing seorang bocah lelaki--sebut saja Buyung--yang baru berumur 4 tahun, dimasukin paku lalu dipilintir ibarat sebuah mainan. Akibatnya, Buyung mengalami trauma serta mengeluhkan sakit di bagian alat vitalnya itu.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Moffan MK SH, melalui Kasat Reskrim AKP Supriadi SH MH, mengatakan, pelaku diringkus di pinggir jalan kawasan Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, sekitar pukul 14.00 WIB. 

Pelaku NP, bermaksud ‘menghilangkan’ diri dari desa tersebut, setelah mulai mengendus ketiga keluarga korban pencabulannya mulai melapor ke polisi. Polisi yang mencurigai hal tersebut berhasil mengagalkan rencana itu. 

“Waktu dia ditangkap, pelaku memang sedang mengemas barangnya untuk persiapan pindah rumah ke kampung lain. Karena kekhawatiran itulah, personel Polresta Banda Aceh dan Kutabaro langsung kami fokuskan melakukan pengejaran terhadap pelaku. Alhamdulillah, membuahkan hasil,” ujar Supriadi, kepada Prohaba, Jumat (9/5).

Meski tersangka tidak mau mengakui perbuatannya, tapi hasil visum dari para korban cabulnya dan saksi-saksi untuk kasus tersebut telah memperkuat kalau NP pelakunya. 

 Momen bermain 
Kasat Reskrim Polresta itu menjelaskan, dalam aksinya tersebut pelaku NP selalu memanfaatkan momen ketika anak laki-lakinya yang masih berumur 2,5 tahun bermain-main dengan bocah-bocah malang tersebut. 

Kasus yang pertama dan terjadi di 26 Maret 2014 lalu itu, ungkap Supriadi menimpa dua orang bocah, masing-masing seorang perempuan dan korban seorang lainnya laki-laki, sebut saja nama kedua anak tersebut, Dahlia (7) dan Buyung (4). “Siang itu Dahlia dan Buyung bermain-main dengan anak laki-laki pelaku yang masih berumur 2,5 tahun. Pelaku sendiri memperhatikan kedua korban dan anaknya itu bermain bersama. Karena melihat ketiga anak-anak tersebut mulai berkeringat, pelaku pun meminta dua anak itu beserta anaknya segera mandi di rumahnya. Kesempatan pada saat mandi itulah yang dimanfaatkan oleh pelaku,” ujar Supriadi. Meski dalam kamar mandi ada ikut mandi anak pelaku yang berumur 2,5 tahun, namun pelaku terkesan tidak canggung dan malu melakukan perbuatan amoralnya terhadap kedua bocah, Dahlia dan Buyung.

Didampingi Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta, Iptu Nelmayenti, Kasat Reskrim Polresta, itu menyebutkan terungkapnya prilaku bejat pelaku berawal dari laporan keluarga Mawar (7) bukan nama sebenarnya. Polisi menerima laporan keluarga Mawar pada Sabtu 19 April 2014 dengan pelaku dan modus yang sama yakni memanfaatkan momen ketika korban dan anaknya lelah bermain-main. Laporan keluarga Mawar kala itu, ungkap Supriadi menyebutkan pelaku melakukan sesuatu yang tidak wajar terhadap korban. 

Namun, pada waktu itu pelaku tidak langsung meringkus NP, karena dari segi bukti tidak begitu kuat, karena pelaku tidak meninggalkan bekas lebam atau luka ketika dia melakukan perbuatan asusila itu. Namun, pada kasus yang dilaporkan oleh dua keluarga bocah Dahlia dan Buyung, yakni Senin 28 April 2014, betul-betul semakin menunjukkan jelas kejahatan yang dilakukan oleh pelaku yang sama. “Pascalaporan itu, personel intens melakukan pengintaian yang mulai jarang terlihat. Bahkan, informasinya pelaku mau pindah, karena mulai tercium perbuatannya. Personel terus kita siagakan. Jadi, pada saat dia mau merencanakan mengangkat barang, langsung kita sergap di desanya itu. Namun, pelaku tahu kedatangan polisi dan sempat melarikan diri. Namun, kawasan Beurawe, langkah NP berhasil kita hentikan,” demikian Supriadi.(mir) 

Editor : hasyim