Prohaba.co
Jambret, Dua Warga Denai Dihajar Warga
Sabtu, 12 April 2014 12:00 WIB
BINJAI - Riski Arioni (20) warga Pasar Merah Medan Denai bersama temannya Gumarsang Sirait, warga Jalan Menteng, Medan Denai menjadi bulan-bulanan warga usai menjambret di Jalan Perintis Kemerdekaan Kelurahan Cengketuri Kecamatan Binjai Utara, Jumat (11/4) kemarin.

Kedua tersangka dituduh menjambret Ervilistia (26) warga Jalan Kolonel Yos Sudarso Kelurahan Cengketuri. Saat itu korban sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya bersama suaminya Nanda (30) mengendarai mobil pick-up Carry BK 8841 RD.

Menurut penuturan korban, saat itu Nanda sedang mengemudikan mobil, sementara sang istri berada tepat di sebelah pengemudi. Tiba-tiba saja kedua pelaku dengan mengendarai Satria Fu BK 5596 EDU langsung merampas kalung milik korban.

Setelah berhasil merampas kalung milik korban seharga Rp 5 Juta, pelaku lantas tancap gas dengan kecepatan tinggi menujuh arah Stabat. Korbanpun mencoba melakukan pengejaran, setelah beberapa ratusan meter korban kehilangan jejak kedua pelaku.

Tetapi korban menandai helm yang berwarna putih milik pelaku dan tiba-tiba korban melihat helm berwarna putih tersebut dari arah berlawanan, ternyata kedua pelaku tersebut memutar arah balik ke arah Binjai, dengan inisiatif tinggi korban pun menabrakan mobilnya ke motor milik pelaku.

Setelah itu kedua pelaku pun terpental dari motor. Melihat pelaku yang terjatuh dari kereta korban pun langsung turun dari mobilnya dan menangkap kedua pelaku sembari berteriak jambret.

Mendengar teriakan korban, warga sekitar langsung ramai dan menghajar kedua pelaku hingga babak belur. Lalu kedua pelaku dibawa ke Polsek Binjai Utara, sedangkan barang bukti berupa kalung ditemukan dari saku Edu salah seorang pelaku.

Kanit Polsek Binjai Utara Iptu Arnawaty mengatakan kalau pihaknya masih melakukan proses pemeriksaan terhadap kedua pelaku. Dari tangan kedua pelaku berhasil ditemukan barang bukti sebuah kalung, tetapi kalung tersebut bukan milik korban, melainkan milik korban yang lainnyya ketika kedua pelaku beraksi di Amplas Medan.

“Kini kedua tersangka kita kenakan pasal 365 ancaman hukuman 5 tahun penjara,” ucapnya.(ari/tribun-medan.com)

Editor : hasyim