Prohaba.co
Rumah Terbakar, Gadis Muda Tewas Terkurung
Sabtu, 15 Maret 2014 11:59 WIB
KUTACANE - Nasib nahas menimpa gadis muda Ria Afriani (21), putri M Ayub warga Desa Desa Mbatu Mbulan Asli, Kecamatan Babussalam, Agara. Wanita itu tewas terkurung di kamarnya yang dilalap api, Jumat (14/3) sekira pukul 09.30 WIB, kemarin.

Sejauh ini belum diketahui asal usul api yang berbuah maut itu. Namun saat kejadian, korban tinggal sendiri di rumahnya yang berkonstruksi semi permanen tersebut. Sementara kedua orang tuanya berjualan pecah belah di pasar terdekat.

Berat dugaan Afriani saat itu tertidur, sementara ia juga mengunci rumah dari dalam. Bukan hanya itu, juga mengunci kamar tidurnya dari dalam. Saat warga menyadari api berkobar dari rumah itu, warga segara memburu ke lokasi. Mereka berinisiatif mendobrak pintu rumah untuk memberikan pertolongan.

Namun warga gagal mendobrak pintu kamar Ria karena juga terkunci dari dalam. Sedangkan api sudah mengepul hebat dari dalam kamar itu. Gadis Ria diduga tak mampu menyelematkan diri, hingga tewas terpanggang di dalam kamarnya.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Trisno Riyanto melalui Kapolsek Babussalam, Ipda Zul Efendi, Jumat (14/3) mengatakan, pada saat nahas itu  rumah korban dikunci dari dalam karena orangtuanya berjualan pecah belah ke pasar. Saat itu tiba-tiba dari dalam rumah muncul asap mengepul. Lalu, warga ramai- ramai dibantu mobil pemadam kebakaran memadamkan api. Masyarakat mendobrak pintu yang terkunci dari dalam rumah tersebut. Dan, di dalam kamar, Ria Afriani, juga terkunci dari dalam dan ada api terlihat menjulang. Karena api sudah membesar, warga tidak bisa menyelamatkan Ria Afriani sehingga korban tewas terpanggang di dalam kamarnya.

Sebagian rumah korban masih bisa diselamatkan. Kerugian ditaksir Rp 50 Juta. Melihat musibah yang merenggut seorang korban tewas itu langsung ditinjau Bupati Agara, Ir H Hasanuddin B, Wabup Agara, Ali Basrah, dan masyarakat menjadi heboh dengan tewasnya, Ria Afriani yang telah selesai kuliah pada Akademi Kebidanan (Akbid) di Agara.(as)

Editor : hasyim