Prohaba.co
Rumah Ibu dan Anak Dibakar Massa
Selasa, 4 Maret 2014 11:13 WIB
* Gara-gara Tudingan Santet
* Korban Mengamankan Diri ke Mapolsek

LHOKSUKON - Dua unit rumah milik Juwairiah (45) dan anaknya Tety Heriani (30) warga Desa Teupin Rusep Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Senin (3/3) sekitar pukul 00.15 WIB dibakar massa. Insiden itu berawal dari tuduhan jika Tetty adalah dukun santet. Sementara Tetty sendiri mengakaitkan aksi brutal warga itu, karena dirinya secara terang-terangan mendukung Partai Nasional Aceh (PNA).

Pembakaran itu sendiri terjadi ketika Tety dan ibunya sedang dievakuasi ke Mapolsek Sawang, untuk menghindari amuk warga. 

Informasi yang diterima Prohaba, kejadian itu bermula dari malam sebelumnya ketika ada warga yang sedang menyaksikan kegiatan cerdas cermat di kawasan itu, tiba tiba tumbang kesurupan. Entah mengapa korban kesurupan itu tiba tiba menyebut nama Tety. Sebelumnya juga ada yang kesurupan yang juga menyebut nama Tety. Entah karena disebut-sebut oleh korban kesurupan yang notabene hanya meracau itulah, warga lalu mengklaim Tety sebagai dukun santet.

Senin malam (2/3), puluhan warga mendatangi rumah Tety dan ibunya. Aparat Polsek Sawang yang mendapat laporan kisruh itu, segera turun ke lokasi dan menjemput Tety dan ibunya serta anggota keluarga lainnya untuk dievakuasi ke Mapolsek. Dalam perjalanan itulah, terungkap jika aksi anarkis warga telah berbuah pada pembakaran rumah Tety dan ibunya. “Saya juga tidak tahu pasti bagaimana kejadianya. Dalam tiga hari terakhir banyak warga yang kesurupan di desa kami. Warga bilang orang kesurupan itu ketika disembuhkan menyebut nama Tety,” ujar kepala Dusun Cot Mancang Ismail Ibrahim kepada kemarin.

Disebutkan, sebelumnya kejadian tersebut dirinya sempat duduk bersama aparat Polsek di kawasan itu. Namun, setelah dirinya pulang dan aparat Polsek juga kembali ke Mapolsek Sawang, dirinya baru mendapatkan informasi adanya pembakaran rumah tersebut oleh massa. “Tapi saat kami tiba di lokasi itu, tak ada lagi warga. Sedangkan dua rumah tersebut sudah terbakar,” katanya.

Sementara Tety mengakui ada satu warga yang kesurupan saat menyaksikan acara cerdas cermat menyebut-nyebut nama dirinya. “Itu wajar, karena dia adalah teman dekat saya. Sedangkan yang lainnya tidak ada yang menyebut-nyebut nama saya,” katanya.

Tety malah menduga rumahnya dibakar terkait dengan teror politik. Karena dirinya mendukung seorang caleg Partai Nasional Aceh (PNA) secara terang-terangan. Selama ini dirinya sering berkomunikasi dengan caleg tersebut dan Tety juga memasang bendera PNA di depan rumahnya. “Ada kelompok lain yang marah terhadap saya, karena mendukung caleg tersebut,” katanya.

Juwairiah (45) ibu Tety menyebutkan, sekarang dirinya harus meninggalkan desa tersebut, karena tidak memiliki famili di desa tersebut. Sedangkan rumah dan kiosnya sudah dibakar. “Tempat saya jualan juga ludes dibakar. Kami rencana pulang ke Bireuen tempat keluarga di sana,” ujar janda tersebut yang kemarin telah dievakusia ke Mapolres Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Joko Surachmanto melalui Kasat Reksrim AKP Dian Indra Prabudi kemarin menyebutkan, setelah mendapat laporan itu, polisi langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. “Tak ada saksi lagi. Tapi untuk laporan sudah kita terima, tadi korban bersama suaminya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres. Kita juga telah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus ini, mengenai motifnya masih dalam penyelidikan kita,” katanya.(jf)

Editor : bakri