Prohaba.co
Rumah Terbakar, Balita Ditemukan Hangus
Sabtu, 22 Februari 2014 12:59 WIB
MEDAN - Kejadian tragis dialami bocah tiga tahun yang ditemukan meninggal dalam keadaan hangus di puing-puing reruntuhan rumahnya usai dilalap api di Jalan Jamin Ginting, Gang Keluarga, Medan Tuntungan, Kamis (20/2) malam.

Jasad Aditya Bangun alias Teger (3) itu ditemukan menyatu dengan tumpukan abu sisa bangunan rumah yang dimusnahkan api. Saksi mata mengungkapkan kalau amukan api hanya menyisakan sebagian kecil kepala bocah malang itu.

“Hanya tulang sama sedikit otak yang tersisa. Gak tega kali nengoknya,” kata Tuti, warga di lokasi kejadian.

Insiden maut itu berawal saat orangtua korban, Andi Bangun dan Mista beru Ginting pergi ke warung membeli lauk. Korban ditinggal sendirian di rumah. Warga mengatakan ketika itu kondisi listrik masih menyala. Namun sebelum kedua orangtuanya pulang, listrik dalam keadaan padam.

Diduga kuat, api lilin yang terpasang di rumah tetangga merembet ke dinding rumah yang terbuat dari kayu. Akibatnya dalam waktu singkat, ketiga rumah semi permanen itu rata dengan tanah. Dua rumah lainnya diketahui dihuni Marsel Ginting dan Mak Pudan. “Ada tiga rumah yang terbakar. Itu rumah kontrakan punya Pak Pasaribu,” lanjut Tuti.

Warga yang terlibat memadamkan api awalnya tidak mengetahui ada penghuni yang terjebak di dalam. Hal itu baru diketahui setelah Andi Bangun pulang dari warung dan berupaya menerobos ke dalam rumah untuk menyelamatkan anaknya. Tindakan itu langsung dicegah warga karena kondisi api sudah sangat besar.

Keberadaan korban baru diketahui satu jam kemudian setelah lima unit armada DP2K Medan berhasil memadamkan api. Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUP Adam Malik, Medan.

Polsek Delitua yang menangani kasus itu langsung memasang garis polisi di lokasi kejadian. Petugas belum bersedia memberikan keterangan banyak mengenai kepastian api disebabkan api lilin. “Memang katanya api lilin. Tapi kan itu perlu dibuktikan,” ujar seorang polisi ketika melakukan olah TKP, Jumat (21/2) siang. (mad)

Editor : hasyim