Prohaba.co
Dua Pemuda Menyerah Usai Curi Pipa Pagar
Sabtu, 22 Februari 2014 13:05 WIB
LHOKSUKON -  Ridwan (35) dan Fauzi (27) Pemuda Keude Paya Bakong, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, Kamis (21/2), menyerahkan diri ke Mapolsek Paya Bakong, setelah diketahui terlibat mencuri pipa sumur bor di desa setempat. Pipa sumur bor itu dicuri empat pemuda dengan menggunakan alat pemotong besi atau torch pada Rabu (19/2), ketika warga sedang melaksanakan shalat magrib.

Tapi saat polisi menyergapnya, Fauzi dan Ridwan berhasil kabur. Sedangkan Wanda (23) pemuda Keude Paya Bakong yang memegang alat torch berhasil ditangkap polisi, lalu diamankan ke Mapolsek bersama barang bukti.

Informasi yang diperoleh, saat sedang shalat magrib, warga melihat empat pemuda sedang memotong pipa yang memagari sumur bor di Desa Keude Paya Bakong. Lalu aparat Polsek langsung melakukan penyergapan ke lokasi, sehingga Wanda yang memotong besi dengan alat Torch berhasil ditangkap. Sedangkan tiga pria lagi berhasil kabur. “Lalu pria itu (Wanda) langsung kita amankan ke Mapolsek untuk kita mintai keterangan. Kemudian Pada pagi Kamis, dua pelaku lagi (Fauzi dan Ridwan red), menyerahkan diri, setelah kita lakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Gatot Sujono melalui Kapolsek Paya Bakong Iptu Jafar G Pase kepada Prohaba, kemarin.

Kini ketiganya masih diamankan di Mapolsek bersama barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. “Satu pria lagi yang sudah kabur masih kita buru. Berdasarkan hasil penyelidikann kami, besi milik Pemerintah yang sudah lama di lokasi tersebut, dan sempat dimanfaatkan untuk perusahaan air minum” kata Iptu Jafar.

Sementara itu Direktur Utama PDAM Tirta Mon Pase Aceh Utara Zulfikar Rasyid kepada Prohaba menyebutkan, sumur di lokasi itu dibangun sekitar 15 tahun lalu oleh Dinas Cipta Karya Aceh. “Besi itu aset Dinas Cipta Karya, saya akan tinjau dulu ke lokasi itu apakah besi itu masih bisa dimanfaatkan untuk PDAM,” katanya.(jf)

Editor : hasyim