Prohaba.co
Pemilik Boat Mesin tanpa Awak, Jadi Mayat
Rabu, 18 Desember 2013 13:21 WIB
BANDA ACEH - Nelayan Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Selasa (17/12) sore, menemukan jenazah yang diyakini Abdurrahman (40). Sehari sebelumnya, nelayan tersebut diduga hilang di laut dengan kondisi mesin boat tet-tet miliknya ditemukan menyala, di sekitar tanggul Pelabuhan Baru Dermaga TPI Lampulo.

Jenazah tersebut ditemukan terapung di sekitar perairan Lambada Lhok, Aceh Besar, sekira pukul 17.00 WIB. Kabar itu sampai ke tim SAR. Bersama para nelayan, mulai kemarin tim SAR mencari dengan menyisir sepanjang pantai pada jarak satu mil atau di sekitar tanggul pelabuhan baru dermaga TPI Samudera, Lampulo, Banda Aceh, tempat pertama boat milik Abdurrahman ditemukan.

“Di lokasi juga sudah menunggu keluarganya,” kata Keuchik Lampulo, Banda Aceh, Alta Zaini, kepada Prohaba, kemarin. 

Dia mengatakan, setelah dievakuasi, jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans ke Instalasi Kamar Jenazah Rumah Sakit Umum (RSU) Zainoel Abidin Banda Aceh, untuk divisum. Evakuasi juga dibantu pihak Ditpol Air Polda Aceh, BPBD Banda Aceh, Relawan RAPI, dan nelayan.

Seperti diberitakan, dua nelayan yang baru pulang melaut menemukan sebuah boat tet-tet dengan kondisi mesin menyala, tetapi tanpa awak (penghuni boat), Senin (16/12) sore. Boat tet-tet dengan kapasitas mesin 16 PK itu ditemukan pada jarak satu mil atau sekitar tanggul pelabuhan baru dermaga PPI Samudera, Gampong Lampulo, Banda Aceh.

Dua nelayan yang menemukan perahu itu, yakni Abdurrahman (43), warga Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, yang juga Sekretaris Panglima Laot Lhok Pasie Tibang bersama rekannya, Abdul Manaf (41), warga Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.(mir)

Editor : bakri