Prohaba.co
Mantan Wakil Walikota Medan Dipukul Ketua Kadin Sumut
Jumat, 20 September 2013 15:31 WIB
MEDAN - Perseteruan antara Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin)  Sumatera Utara, Ivan Iskandar Batubara dengan mantan Wakil Walikota Medan, Ramli Lubis, terus memanas. Belum pulih lagi konflik lama keduanya menyangkut penguasaan sebuah lahan perkebunan di Mandailing, Sumatera Utara, yang diduga menggunakan akta autentik palsu, muncul lagi permasalahan baru

Perseteruan antarkeduanya pun kian memuncak pada Rabu (18/9), setelah Ivan memukul kepala belakang Ramli Lubis saat berpapasan di toilet yang berada di lantai II gedung Ditreskrimum Polda Sumatera Utara. “Gak tau kenapa, tiba-tiba aja dia langsung memukul kepala Pak Ramli saat berpapasan di kamar mandi,” kata Hasrul Beny Harahap, kuasa hukum Ramli Lubis, Kamis (19/9), saat akan mengadukan Ivan.

Tak terima, Ramli pun berencana melaporkan tindakan Ivan ke petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut. Informasi diperoleh, keduanya sengaja dipanggil penyidik Subdit II/Harta Benda dan Tanah Bangunan (Harda dan Tahbang) Ditreskrimum Polda Sumut, untuk dikonfrontir terkait laporan Ramli Lubis terhadap Ivan Iskandar cs karena diduga menggunakan akta autentik palsu untuk menguasai lahan perkebunan (PT RMP) seluas 10 ribu hektare miliknya, di Kabupaten Mandailing, Sumatera Utara.

“Sewaktu Pak Ramli hendak shalat dan baru keluar dari kamar mandi Ditreskrimum di Lantai II, Ivan langsung memukul kepala belakang Pak Ramli,” tegas Hasrul.

Kata dia, saat itu Ramli baru diajukan lima pertanyaan. Penyidik pun memberikan waktu istirahat terhadap masing-masing pelapor dan terlapor. Merasa tidak diterima diperlakukan seperti itu, Ramli melaporkan peristiwa tersebut ke petugas SPKT Polda Sumut.

“Klien kami meminta menghentikan terlebih dahulu proses konfrontir karena dianggap sudah tidak kondusif. Selain itu, klien kami akan membuat visum terlebih dahulu lalu, sebelum membuat laporan polisi atas peristiwa tersebut,” ujarnya.

Direktur Reskrimum Poldasu, Kombes Marsauli Siregar, enggan berkomentar. Ia menyarankan wartawan menanyakan langsung kepada keduanya. “Itu mereka, tanya aja langsung,” jawab Marsauli.

Pengakuan Ramli yang mendapat pukulan di kepala kirinya, dibantah Ivan. Menurut Ivn, pengaduan itu merupakan sensasi murahan yang sengaja dilakukan untuk mengulur-ulur pemeriksaan.

Dia juga membantah telah menganiaya Ramli seperti dituduhkan kepadanya. “Semua itu fitnah dan sensasi murahan. Hanya menunda-nunda pemeriksaan. Silakan saja kalau ingin melapor karena itu hak dia,” kata Ivan.(lau)

Editor : bakri