Prohaba.co
Gelas Terbang, Sopir Masuk UGD
Sabtu, 6 Juli 2013 11:14 WIB

* Transportasi Sempat Macet

BLANGKEJEREN - Aman Tuti, seorang sopir angkutan umum trayek Blangkejeren Kutapanjang, Jumat (5/7), terpaksa dilarikan ke UGD RSUD Blangkejeren. Sebuah gelas menghantam muka sang sopir, akibat ulah Abdul Gani, seorang oknum pegawai Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Gayo Lues.

Belakangan terungkap, insiden gelas tersebut bermula dari salah paham antara keduanya. Abdul Gani menilai Aman Tuti yang masuk ke kamar kerjanya bersikap arogan. Hal itu dipungkasi insiden gelas terbang yang menghantam muka Aman Tuti.

Hantaman gelas itu membuat muka Aman Tuti berdarah-darah dan lansung dilarikan ke rumah sakit. Sumber lain mengungkapkan, peristiwa berdarah itu terjadi sejenak Aman Tuti dan beberapa rekannya sesama sopir trayek Blangkerejen-Kutapanjang mendatangi Abdul Gani yang juga seorang Kabid di Dishub Infokom Gayo Lues, untuk mempertanyakan beberapa hal. Termasuk langkah koordinasi trayek.

Peristiwa itu sendiri terjadi di kantor Dishub Infokom, Jumat (5/7) sekira pukul 11.30  WIB. Para sopir itu ingin mempertanyakan seputar akan adanya edaran yang melarang kendaraan plat hitam atau non niaga untuk mengangkut penumpang, rute Blangkejeren-Kuta Panjang.

Dalam sesi dialog itu, Aman Tuti diakui beberapa sumber keceplos omong yang membuat Abdul Gani langsung naik spaning. Aman Tuti dengan enteng bertanya mengapa mesti ada larangan terhadap plat hitam. “Mamak mu pun naik mobil ku,” kata Aman Tuti. Sejenak itulah, secara spontan Abdul Gani mengambil gelas di mejanya dan langsung melempar ke arah Aman Tuti, hingga gelas menerjang muka korban.

Informasi terakhir tadi malam, polisi telah memediasi kedua pihak untuk saling berdamai. Bahkan disebut-sebut Abdul Gani memberikan sejumlah uang sebagai bantuan simpati terhadap Aman Tuti, yang juga warga desa Akul.

 Mogok
Imbas dari peristiwa itu, menyebabkan transportasi angkutan umum Blangkejeren-Kutapanjang sempat lumpuh hampir setengah hari. Sehingga ratusan para penumpang terpaksa dijemput oleh keluarganya dari terminal Blangkejeren. Karena angkutan umum tidak ada yang jalan (beroperasi), sebab para ikut mendampingi korban pemukulan di rumah sakit. “Sudah berjam-jam ratusan penumpang dari Blangkejeren tujuan Kotapanjang dan Blangjerango menunggu angkutan umum di terminal, tetapi tidak ada angkutan berangkat, karena para sopirnya kerumah sakit, sedangkan puluhan mobil diparkir di depan lokat jurusan Blangkejeren Kutapanjang,” kata Irfan didampingi puluhan penumpang lainnya, Jumat (5/7).

Sementara Kapolres Galus, AKBP Achmadi melalui Kasat Reskrim Iptu Herly P bersama KBO Reskrim Ipda Eko Rendi, kemarin, mengakui adanya insiden pemukulan tersebut. Bahkan antara pelaku dengan korban sudah didudukan di Mapolres untuk dimintai keterangan lebih lanjut.(c40)

Editor : hasyim