Prohaba.co
Tiga Anak Rohingya Tidak Terlibat Pembunuhan
Kamis, 4 Juli 2013 09:34 WIB

* Divonis Bebas di PN Medan

MEDAN - Majelis hakim PN Medan, Rabu (3/7) membebaskan tiga anak Rohingya, Myanmar dari tuntutan penjara dua tahun terkait pembunuhan delapan nelayan asal Myanmar di Rudenim Medan, beberapa waktu lalu.

Ketiganya Muhammad Yasin (15), Mahmud Huson (16), dan Ismail Kamal Husein (16) langsung sujud syukur dan memeluk orangtuanya sembari menangis ketika vonis bebas itu dibacakan hakim ketua, Asban Panjaitan. Dalam amar putusannya, Asban tak bisa menerima tuntutan JPU Evi yang mendakwa ketiganya berperan serta dalam bentrokan di Rudenim yang menewaskan delapan nelayan.

“Ketiga terdakwa tidak terlibat dalam bentroakan. Ketiganya divonis bebas,” kata Asban. Dalam pembelaan sebelumnya, ketiga terdakwa mengaku sedang tidur ketika bentrokan antara etnis Rohingya dengan kelompok nelayan yang sama-sama berasal dari Myanmar. Ketika bentrokan usai, mereka dipaksa polisi ikut ke truk dengan alasan akan diberkan perobatan. Nyatanya mereka justru langsung ditahan dan dijadikan tersangka.

JPU Evi mengaku masih berpikir mengenai ditolaknya tuntutan dua tahun penjara itu. Meski begitu ia sedikit kecewa karena dakwaan yang disusunnya dianggap sudah memenuhi unsur.

Bentrokan antarsesama warga Myanmar yang ditampung di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan, Jalan Selebas, Gang Pekong, Medan Belawan itu pecah pada Jumat (5/4) dini hari. Delapan korban tewas berasal dari kelompok nelayan masing-masing Ayemin (23), Myo Co (20), Aung thuwin (24), Aung Than (44), Minmin (24), Win Tun (32), Nawe (23), dan San Iwin (45).

Insiden itu dipicu tindakan dua orang kelompok nelayan yang berusaha mencabuli penghuni wanita etnis Rohingya. Tindakan itu kemudian menyebar ke penghuni lainnya hingga tercipta bentrokan. Jasad kedelapan korban sendiri kemudian dikremasi di Tanjungmorawa, Deliserdang.(mad)

Editor : hasyim