Prohaba.co
Terdakwa Merengek ke Hakim
Rabu, 3 Juli 2013 10:06 WIB
MEDAN - Terdakwa kasus pencabulan anak sendiri, M Kamil (50), putri kandungnya sendiri selama tiga tahun berturut-turut merengek di hadapan ketua majelis hakim Lebanus Sinurat saat divonis sebelas tahun penjara di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (2/7).

“Terdakwa diyakini secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 81 UU Perlindungan anak,” ucap hakim dalam amar putusannya. Selain dibebani hukuman kurungan badan, terdakwa juga dikenakan denda sebesar Rp 60 juta subsider 1 bulan kurungan. Namun setelah mendengarkan putusan hakim, terdakwa yang hari itu mengenakan lobe berwarna putih tampak merengek kepada hakim, meminta agar hukumannya dikurangi.

“Mohon diringankan lagi lah hukumannya, Pak. Terlalu tinggi hukuman saya itu, Pak,” ucap terdakwa dengan wajah memelas di hadapan hakim. Menjawab permintaan terdakwa, hakim lantas menerangkan bahwa putusan itu sudah sesuai dengan apa yang telah dilakukan terdakwa terhadap putri kandungnya.

“Sudah. Itu tidak bisa dikurangi lagi,” kata hakim. Beruntungnya, hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marina Surbakti SH, yang sebelumnya meminta hakim agar menjatuhi terdakwa hukuman 12 tahun, denda Rp 60 juta subsider 3 bulan kurungan.

Perbuatan cabul ini dilakukan terdakwa sejak anaknya, DF yang saat ini berusia 13 tahun, duduk di bangku kelas V Sekolah Dasar (SD) hingga Kelas II SMP.

Aksi bejat tersebut selalu dilakukan di rumahnya, ketika sang istri tengah tertidur pulas. Namun pencabulan ini terbongkar, ketika istri terdakwa bernama Maimunah memergoki suaminya itu berada di dalam kamar korban, dan tengah meraba-raba paha korban. Merasa curiga, istri terdakwa kemudian membawa putrinya ke kamar mandi. Setelah ditanyai, putrinya DF akhirnya mengaku telah digauli ayahnya selama tiga tahun. Tak terima anaknya dicabuli, isteri terdakwa kemudian melaporkan perbuatan tersebut ke polisi. (tribunnews)

Editor : hasyim