Prohaba.co
Wulida Dipukuli karena Tolak Pengobatan Alternatif
Rabu, 12 Juni 2013 13:28 WIB
JOMBANG - Karena menolak pengobatan alternatif terhadap sang ibu yang sedang sakit, Wulida Agustiani (44), asal Dusun Kedungturi, Kecamatan Taman, Sidoarjo, dihajar saudaranya sendiri, Sampurno (51), warga Desa uton, Kecamatan Diwek, Jombang.

Perempuan ini mendapat beberapa pukulan dari saudaranya. Akibatnya, korban mengalami luka memar di bagian wajahnya. Tak terima atas penganiayaan itu, korban melaporkan kejadian itu ke Polres Jombang. “Kami sudah menerima laporan itu. Selanjutnya, korban langsung divisum dan diminta keterangannya,” ujar AKP Sugeng Widodo, Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, Selasa (11/6).

Kasus penganiayaan yang dialami korban tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, di RSUD Jombang. Awalnya, korban tengah menunggui ibunya yang tengah opname di rumah sakit tersebut. Maklum saja, sudah berhari-hari ibu korban mengalami sakit yang cukup serius. Saat ibunya tertidur pulas, Sampurno datang bersama seorang laki-laki yang diakui sebagai paranormal.

Kepada korban, Sampurno menyatakan kalau dirinya ingin menyembuhkan ibu korban dengan cara pengobatan alternatif. Bahkan dengan sangat yakin kalau paranormal yang dibawa mampu menyembuhkan sang ibu. Dari penjelasan tersebut, korban tidak sepakat. Ia kemudian menolak secara halus. Wulida tetap bersikukuh agar ibunya tetap ditangani oleh paramedis atau dokter saja.

Mendengar jawaban itu, Sampurno tetap ngotot, kalau penyakit sang ibu hanya bisa segera disembuhkan oleh paranormal yang diajaknya. Tentu saja, dari beda pendapat tersebut, korban dan terlapor terlibat adu mulut yang cukup sengit. Entah karena emosi yang memuncak, Sampurno dengan reflek melayangkan pukulan beberapa kali ke arah wajah korban. Tak sempat mengelak, tiga pukulan mendarat ke wajah korban.

Akibatnya, mata dan kening kiri korban langsung memar. Selain itu, penglihatan korban seketika kabur akibat terkena pukulan. Puas menghajar saudaranya, Sampurno bersama paranormal yang diajaknya itu segera meninggalkan rumah sakit. Sedangkan korban, memutuskan melaporkan ke polisi.(bjt)

Editor : bakri