Prohaba.co
Pancuri Keubeu Dicokok Saat Dinihari
Jumat, 15 Maret 2013 23:03 WIB
BANDA ACEH - Dua anggota sindikat pencuri kerbau dan sapi, Jumat (15/3) pagi, diringkus personel Polsek Seulimuem, Aceh Besar. Kedua pelaku yang kerap mengincar ternak milik warga yang bebas berkeliaran di dalam desa tersebut dibekuk di Jalan Banda Aceh-Medan, km 41 di Gampong Seuneubok Keumok, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, saat membawa seekor kerbau curian.

Kapolres Aceh Besar AKBP Djadjuli SIK MSi, melalui Kapolsek Seulimuem AKP Edi Febriadi SH menyebutkan, kedua anggota sindikat pencuri lembu tersebut merupakan warga Jantho, Aceh Besar, bernama Awd (21) dan Dyt (17). “Kedua pelaku ditangkap setelah ada bantuan informasi dari warga yang sering melihat sejumlah mobil keluar masuk kampung pada dini hari, mulai pikup L-300 sampai minibus. Menindaklanjuti laporan itu, sejumlah anggota pun kami plotkan untuk patroli dan sebagiannya melakukan pengintaian di sejumlah ruas jalan yang dicurigai sering dilalui oleh mobil yang membawa ternak,” kata Edi.

Hasilnya kata Edi, mulai pukul 02.00 WIB hingga pukul 04.30 WIB Personel Polsek diminta melaksanakan patroli dan pengintaian, sekira pukul 05.00 WIB melintas sebuah mobil pikup L-300 BL 8160 LB yang mengangkut seekor kerbau. “Personel pun berhasil menghentikan mobil tersebut setelah sebelumnya para pelaku berusaha kabur dengan membawa ternak. Setelah diberi peringatan keras, akhirnya mobil tersebut berhasil dihentikan. Kedua pelaku yang diminta menunjukkan identitas dan semua kelengkapan surat kendaraannya serta dokumen ternak yang dibawa pagi buta tersebut, tidak mampu ditunjukkan. Bahkan KTP-pun tidak mampu ditunjukkan, sehingga pelaku kami bawa ke Mapolsek,” sebut Edi.

Dari pengakuan pelaku, kerbau jantan itu dicuri dari samping salah satu rumah warga di Gampong Data Gaseu, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar. Selain kedua pelaku yang berhasil tertangkap ada dugaan masih banyak rekan-rekan pelaku yang keluar masuk kampung dengan sasaran mencuri ternak warga. “Ketika dicuri kerbau itu dalam kondisi terikat. Kedua pelaku mengaku punya trik tersendiri bagaimana mencuri ternak dan membuat ternak tersebut tidak memberontak, sehingga dengan mudah dapat digiring masuk ke dalam mobil. Dari cara mereka beraksi, kedua pelaku dapat dipastikan sebagai anggota sindikat pencurian ternak,” pungkas Kapolsek Seulimuem itu.

Keterangan lain pelaku, ujar Edi, kerbau tersebut telah diorder oleh seseorang di kawasan Banda Aceh. Menyikapi hal tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Polresta atau salah satu polsek di jajarannya untuk mengungkap siapa penadah kerbau curian itu. “Sejauh ini kami masih melakukan proses penyidikan dan pengembangan. Untuk kedua pelaku saat ini masih ditahan di sel Polsek Seulimuem,” papar AKP Edi Febriadi.(mir)

Editor : hasyim