Prohaba.co
Dilalap Api, 12 Bangunan Rata dengan Tanah
Minggu, 20 Januari 2013 19:46 WIB
MEDAN - Sebanyak 12 bangunan terdiri dari empat unit toko elektronik, dan enam rumah di Jalan AR Hakim, Sukaramai I, Medan Area, Minggu (20/1) dini hari rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah selama lebih tiga jam.

Kobaran api yang terdeteksi mulai pukul 01.30 WIB itu dengan cepat menjalar dan menghanguskan toko yang didomonasi terbuat dari kayu itu. Sejumlah saksi meyakini api bersumber dari bagian belakang toko Sinar Sejati di Gang Sendok. Karena minimnya upaya pencegahan, api dengan cepat merembet ke bangunan lainnya yang juga berfungsi menjual elektronik, dan rumah.

“Apinya dari Sinar Sejati. Tapi gak tahu apa penyebabnya,” kata Kepala Lingkungan XII, Andi Kurniawan.

Andi mengatakan setelah dilakukan pendataan, dipastikan bangunan yang terbakar mencapai 12 unit. Saat ini seluruh penghuni bangunan mendirikan tenda darurat di sekitar lokasi kejadian, sembari menunggu bantuan pemerintah.

“Sudah pasti 12 bangunan. Kita sudah data, dan masing-masing pemilik bangunan sudah diketahui,” kata Andi.

Sebenarnya Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Medan cukup sigap dalam meredam kobaran api dengan menyemprotkan api ke berbagai sisi. Tapi karena lokasi yang berada di pemukiman padat penduduk, petugas kesulitan menjangkau titik api. Kendala itu diperparah dengan banyaknya bahan mudah terbakar di dalam toko. Baru sekira pukul 05.10 WIB, api sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Meski begitu sempat terjadi ketegangan karena warga menuding petugas sengaja mengulur waktu dengan cara mengangkut air sedikit. Kondisi itu menyebabkan armada pemadam berulangkali melakukan pengisian sehingga membuat api yang sempat mengecil kembali berkobar.

“Baru sebentar menyemprot, airnya sudah habis. Kayak gak sungguh-sungguh kerjanya,” kata seorang warga.

Kapolsek Medan Area Kompol Rama S Putra mengatakan setidaknya ada 25 kali armada silih berganti melakukan pemadaman. Ia mengaku tak tahu pasti penyebab petugas mengangkut air tidak penuh.

Rama memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Ia juga menampik mengenai isu unsur kesengajaan kebakaran untuk proyek pasar tradisional di daerah itu. “Kami masih menyelidikinya. Tapi sangat jauh dari unsur rekayasa,” kata Rama seraya mengatakan sudah memintai keterangan lima saksi.(mad)

Editor : bakri