Prohaba.co
47 Orang Asing Ditangkap di Medan
Kamis, 20 Desember 2012 23:02 WIB
Berita Terkait
* Diduga Terlibat Penipuan

MEDAN - Polda Sumut menangkap 47 warga negara asing (WNA) dalam operasi terpisah sejak Rabu (19/12) hingga Kamis (20/12). Diduga kuat, pelaku yang didominasi warga Cina ini melakukan penipuan via internet dengan berbagai modus.

Penangkapan pertama dilakukan terhadap 36 pelaku terdiri dari 20 pria, dan 16 wanita yang mengantungi identitas asal Cina, Korea, dan Thailand. Seluruhnya disergap dari komplek perumahan mewah Taman Malibu Indah yang berada di seputaran Bandara Polonia, Medan.

Direktur Reskrim Khusus Polda Sumut Kombes Sadono Budi Nugroho menyatakan, kuat dugaan rumah yang dikontrak para pelaku itu sebagai markas mengendalikan aksi penipuan menggunakan internet. “Seperti belanja online. Mereka menawarkan berbagai produk, tapi ketika uang dikirim oleh si konsumen, barang tak kunjung dikirim,” kata Sadono, Kamis (20/12).

Berdasarkan pengembangan pemeriksaan itu, polisi kembali meringkus 11 pelaku lainnya dari rumah yang sama pada Kamis (20/12). Kali ini para pelaku teridentifikasi berasal dari Cina, Korea, dan Taiwan. Menurut Sadono, 11 pelaku ini sebenarnya berada di dalam rumah ketika penyergapan dilakukan pada hari pertama. “Tapi mereka berhasil kabur. Kami terus memantau aktivitas rumah itu, hingga akhirnya mereka kembali ke rumah itu,” beber Sadono.

Dari dalam rumah itu polisi menyita berbagai barang bukti seperti komputer, lembaran kertas transaksi pembelian online, buku rekening, dan handphone. Para pelaku sempat berusaha memusnahkan sebagian barang bukti lainnya dengan cara membakarnya. “Tapi tidak banyak yang dibakar, karena langsung kita cegah,” ucap Sadono.

Seluruh tersangka nantinya akan dikirim ke Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan lebih intensif. Sebab kata dia, penangkapan itu memang atas perintah Bareskrim yang bekerjasama dengan Kepolisian Cina. “Ini sudah jaringan internasional. Makanya cyber crime Bareskrim nanti yang menangani,” tukasnya.(mad)

Editor : bakri