Prohaba.co
Jangan Omong Kiamat di China!
Selasa, 18 Desember 2012 17:38 WIB
BEIJING - Paling tidak 93 warga China mesti masuk bui lantaran omong soal kiamat. Polisi di Provinsi Qinghai, Barat Laut China menangkap mereka demi ketertiban umum. Menurut warta Xinhua pada Senin (17/12), dari jumlah itu, 37 orang di antaranya adalah penganut aliran Tuhan Yang Mahakuasa.

Kepada publik, para penganut aliran Tuhan Yang Mahakuasa mengatakan kalau tiga hari sejak 21 Desember 2012, matahari tak lagi bersinar.

Menurut polisi, mereka yang dicokok  itu menyebarkan informasi terkait penanggalan Suku Maya. Kepada publik mereka mengatakan kalau tiga hari sejak 21 Desember 2012, matahari tak lagi bersinar. “Aliran listrik pun bakal padam total,” kata para penganut aliran tersebut.

Tak tanggung-tanggung, informasi soal kiamat itu mereka sebar luaskan dalam bentuk pamflet, cakram digital, buku, dan info-info cetak. “Kami menyita semua publikasi itu,” kata pihak kepolisian.

Polisi juga menangkap empat anggota Tuhan Yang Mahakuasa di dekat perbatasan Mongolia. Polisi mendakwa keempatnya melakukan penghasutan. “Mereka mengatakan hanya yang percaya kepada aliran Tuhan Yang Mahakuasa yang luput dari kiamat,” kata polisi lagi.

Berturut-turut, polisi menyebutkan jumlah rinci orang-orang yang juga ditangkap sebagai berikut 34 orang asal Kota Jinjiang di Fujian, 2 dari Sichuan, 7 dari Shaanxi, 5 dari Hubei. “Mereka tertangkap tangan membawa pamflet sekaligus menyebarkan rumor kiamat,” imbuh polisi.

Aliran Tuhan Yang Mahakuasa, menurut catatan pemerintah China, didirikan pada 1990 di Provinsi Henan, China Tengah. Aliran itu meminta pengikutnya menyerahkan harta milik mereka bagi kepentingan kelompok.(kompas.com)

Editor : bakri