Prohaba.co
Korban DBD di Langsa Capai 127 Orang
Selasa, 13 November 2012 20:59 WIB
Berita Terkait
LANGSA – Terhitung Januari hingga Nopember 2012 ini, korban terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Langsa telah mencapai 127 orang. Dari data tersebut tidak ada korban yang meninggal dunia, karena cepat dilakukan penanganan medis.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Langsa, Syamsidar SKM, kepada Serambi Selasa (13/11) mengatakan, sesuai data yang berhasil dihimpun pihak Dinkes hingga memasuki bulan Nopember tahun 2012 ini korban DBD di daerah Langsa telah mencapai 127 orang. Jumlah tersebut dilaporkan meningkat dibandingkan tahun 2011 yaitu sekitar 114 kasus, Sedangkan tahun 2010 terdapat sebanyak 227 kasus.

Menurutnya, dari jumlah 130 kasus DBD yang ada saat ini itu, dilaporkan tidak ada warga atau korban DBD hingga mengakibatkan meninggal dunia. Hal tersebut dikarenakan korban yang terjangkit DBD cepat tertangani secara medis, dan warga yang menderita DBD cepat memeriksakan dan membawa korban ke rumah sakit (RS) datau Puskesmas terdekat.

Pada umumnya masyarakat sebenarnya kini semakin cerdas mengetahui ciri-ciri penyakit DBD yang dialaminya. Namun sebaliknya yang masih menjadi masalah, masyarakat masih rendah memiliki kesadaran menjaga lingkungan rumahnya dari peluang berkembangbiaknya telur atau jentik nyamuk aedes aegypti, yang menjadi penyebab utama penyebaran penyakit DBD tersebut.

“Untuk menekan angka penyakit DBD ini dibutuhkan peran serta langsung masyarakat, terutama untuk kebersihan di rumahnya masing-masing. Setiap seminggu sekali, kita menganjurkan warga untuk membersihkan bak penampungan air, dispenser, pas bunga, dan tempat lainnya yang bersifat ada menampung air,”katanya.

Syamsidar menambahkan, satu induk (vector) nyamuk aedes aegypti dapat menghasilkan 200 jentik (telur), atau dapat memgembangbiakan 200 kali lipat vektor nyamuk lainnya tersebut. Menurutnya dari lima kecamatan yang ada di wilayah Kota Langsa, kasus tertinggi berada di Kecamatan Langsa Baro yaitu mencapai 60 persen, dan 25 persen di Kecamatan Langsa Kota, serta selebihnya Kecamatan Langsa Lama, Langsa Timur, dan Langsa Barat. “Saat ini kita mulai langkah baru, yaitu mengajak anak Sekolah Dasar (SD) untuk mendeteksi jentik nyamuk di rumah mereka masing-masing,”imbuhnya.(c42)

Editor : bakri